array&record

February 26, 2010 at 6:26 am (Uncategorized)

Seringkali dalam pemrograman diperlukan suatu cara untuk dapat menyimpan banyak nilai sekaligus untuk dapat digunakan atau ditampilkan lagi. Nilai tersebut dapat berupa nilai yang dibangkitkan dalam program, atau nilai yang dimasukkan oleh pengguna. Diperlukan metode untuk menyiapkan sejumlah tempat kosong dalam memori komputer yang hanya akan dipakai untuk menyimpan nilai tersebut selama program berjalan, dan nilai tersebut dapat digunakan lagi sewaktu-waktu.

Pascal menyediakan kemampuan ini dengan menggunakan kata cadangan array. Array adalah tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama. Komponen-komponen ini disebut dengan component type atau base type. Suatu array memiliki jumlah komponen yang banyaknya tetap. Komponen dapat menggunakan tipe data apa saja. Banyaknya komponen dalam suatu array ditunjukkan oleh suatu indeks yang disebut dengan index type dan harus bertipe ordinal. Tiap komponen array diakses dengan mereferensikan index value.

Tipe suatu array haruslah berupa tipe sederhana, tidak boleh bertipe kompleks. Bila nilai-nilai dari elemen array dibatasi nilainya dalam suatu jangkauan range tertentu, maka dapat dideklarasikan dengan tipe array berbentuk subrange. Sedangkan bilai nilai-nilai elemen array dibatasi dengan nilai-nilai tertentu yang tidak dapat ditulis dalam suatu range, tetapi dapat ditentu
kan secara berurutan, maka dapat digunakan array tipe skalar.
Linked list (list bertaut) adalah salah satu struktur data dasar yang sangat fundamental dalam bidang ilmu komputer. Dengan menggunakan linked list maka programmer dapat menimpan datanya kapanpun dibutuhkan. Linked list mirip dangan array, kecuali pada linked list data yang ingin disimpan dapat dialokasikan secara dinamis pada saat pengoperasian program (run-time).

Pada array, apabila programmer ingin menyimpan data, programmer diharuskan untuk mendefinisikan besar array terlebih dahulu, seringkali programmer mengalokasikan array yang sangat besar(misal 100). Hal ini tidak efektif karena seringkali yang dipakai tidak sebesar itu. Dan apabila programmer ingin menyimpan data lebih dari seratus data, maka hal itu tidak dapat dimungkinkan karena sifat array yang besarnya statik. Linked list adalah salah satu struktur data yang mampu menutupi kelemahan tersebut.

Secara umum linked list tersusun atas sejumlah bagian-bagian data yang lebih kecil yang terhubung (biasanya melalui pointer). Linked list dapat divisualisasikan seperti kereta, bagian kepala linked list adalah mesin kereta, data yang disimpan adalah gerbong, dan pengait antar gerbong adalah pointer.
——- ——– ——–
Mesin Data Data
——– ——– ——–
(kepala) —> Pointer —> Pointer —
Programmer membaca data menyerupai kondektur yang ingin memeriksa karcis penumpang. Programmer menyusuri linked list melalui kepalanya, dan kemudian berlanjut ke gerbong (data) berikutnya, dan seterusnya sampai gerbong terakhir (biasanya ditandai dengan pointer menunjukkan alamat kosong (NULL)). Penyusuran data dilakukan secara satu persatu sehingga penyusuran data bekerja dengan keefektifan On. Dibandingkan array, ini merupakan kelemahan terbesar linked list. Pada array, apabilan programmer ingin mengakses data ke-n (index n), maka programmer dapat langsung mengaksesnya. Sedangkan dengan linked list programmer harus menyusuri data sebanyak n terlebih dahulu.
Jenis-Jenis Linked List
* Singly linked list
* Double linked list
* Circular Linked List
Dalam istilah ilmu komputer, sebuah struktur data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.

Dalam teknik pemrograman, struktur data berarti tata letak data yang berisi kolom-kolom data, baik itu kolom yang tampak oleh pengguna (user) atau pun kolom yang hanya digunakan untuk keperluan pemrograman yang tidak tampak oleh pengguna. Setiap baris dari kumpulan kolom-kolom tersebut dinamakan catatan (record). Lebar kolom untuk data dapat berubah dan bervariasi. Ada kolom yang lebarnya berubah secara dinamis sesuai masukan dari pengguna, dan juga ada kolom yang lebarnya tetap. Dengan sifatnya ini, sebuah struktur data dapat diterapkan untuk pengolahan database (misalnya untuk keperluan data keuangan) atau untuk pengolah kata (word processor) yang kolomnya berubah secara dinamis. Contoh struktur data dapat dilihat pada berkas-berkas lembar-sebar (spreadsheet), pangkal-data (database), pengolahan kata, citra yang dipampat (dikompres), juga pemampatan berkas dengan teknik tertentu yang memanfaatkan struktur data.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: